counter

Artikel 5 : Domestikasi & Komersialisasi Usaha Bebek Bagian 2 – Tentang Road Map (Peta Jalan) Dunia Perbebekan

foto ilustrasi intinya bhwa kita hrs kerja keras, cerdik dan cerdas agar bisa santai di hari tua

foto ilustrasi intinya bhwa kita hrs kerja keras, cerdik dan cerdas agar bisa santai di hari tua

#info #indonesia #pemerintah #perternakan #jokowi #nkri
Semangat pagi REPUBLIK BEBEK tercinta… Salam Satoe Djiewa….

Hari minggu pagi yg segar…. Apa acara anda hari ini..? Dua agenda saya hari ini… menulis artikel untuk anggota…. dilanjut baca koran… ditemani kopi nescafe… Main & sarapan bubur ayam sama cucu2 saya (3 dari 4 cucu) yg kumpul dirumah… klo sdh kumpul rmh jdi spt kapal pecah… siang sore cuci kan mobil tongkrongan kerja saya….

Artikel : 5 Domestifikasi & Komersialisasi Usaha Bebek (bag 2 dari 2 bagian)

Baca Juga: Artikel : 4 Domestikasi & Komersialisasi Usaha Bebek – Tentang Road Map (Peta Jalan) Dunia Perbebekan

Domestikikasi (Extensif)
□ Sampai pada tahun 1950an sistem pemeliharaan bebek dengan teknis budidaya blum dikenal, bebek masih hidup secara liar di daerah rawa2 atau daerah persawahan yg berair, meski waktu itu kapling kepemilikan sudah dikenal. Belum ada upaya2 sistemik budidaya yg lbih baik, jdi ya berjalan begitu saja. Apalagi pada tahun2 tsb NKRI barusan lepas dari penjajahan Belanda & Jepang, NKRI msih sangat miskin, terbelakang, secara politik jga masih terus terjadi pertiksian antar tokoh bangsa. Ilmu pengetahuan blum berkembang.

□□ Sistem yg ada waktu itu sederhana, bebek blum diusahakan secara komersil tapi hanya sebagai tambahan vahan konsumsi pangan. Pemilik punya kapling dibatas tepian rawa, bebek siang dilepas cari makan, sore masuk ke kapling begitu saja. Pemilik (blum disebut peternak), ingin sembelih ya ambil saja, ada telur tercecer ya diambil direbus dst. Sederhana sekali. Primitip skali.

□□□ Sekitar tahun 1960an sedikit demi sedikit NKRI berkembang, ilmu pengetahuan berkembang. Mulai ada berdiri Fakultas Peternakan, Fakultas Kedokteran Hewan, dosenx (guru wktu itu) pun mengajarkan bedasarkan buku2 texbookx thn 30-50 msih kuno sekali. Disisi lain pemilik bebek mulai berkembang dgn pemikiran dan pencarianx sendiri. Pemilik mulai kreativitas bikin tobong kandang seadax dipinggir rawa2, sdh mulai terukur kepemilikan siapa. Mereka sdh menyadari bahwa bebek bisa tuk asupan gizi keluarga mereka. Skedar untuk lauk pauk. Blum ada jual beli dst pd waktu itu. Peternak belum mengenal upaya2 teknis budidaya, blum mengenal upaya pemuliaan / pembibitan dll. Ya skedar punya (blum pelihara).

□□□□ Sekitar tahun 1970an, mulai masuk bibit ayam petelur. Pemetintah waktu sdh menyadari tentang pentingx gizi bagi perkembangan bangsa, nutrisi penting agar SDM bangsa bisa maju, pemerintah trus ada meng-import bibit ayam dari Australia sebanyak 200 ekor FS australian white lehorn, kmudian dibagi ke masyarakat salah satux Bpk Siswoyo – Blitar (Bpk dari Ainur Hidayat dari Jatinom Ps) sebnyak 20e, beliau seorang guru dan peternak ayam pertama di Blitar. Jatinom sekarang sdh raksasa kabarx populasi ayam petelurx sdh 1 juta an ekor dan sudah merambah dari hulu smp hilir terintegrasi, jga merambah bidang lain2 (Raksasa dari Blitar).

Usaha ayam cepat sekali maju dan berkembang, membantu perbaikan gizi masyarakat. Pada tahun 75an mulai muncul petusahaan komersiil bidang unggas spt PT Charoen Phokphand dari Thailand, PT Ometraco (di Jln Nilam barat Sby).. ini cikal bakal PT Jaffa Confeed, ada juga PT Anwar Sierad, PT Cipendawa dll. Perguruan tinggi peterbakan jga berkembang pesat. Perusahan & peternak ayam juga berkembang pesat. Peternak muncul dimana2, teknologi genetika berkembang luarbiasa, teknologi nutrisi maju luar biasa.

Cba bayangkan :
* ayam petelur pd tahun 80an, puncak produksi hanya bisa 80%, konversi pakan 3. Saat ini puncak produksi telur bisa 94-95% dengan konversi pakan 2,0 ~ 2,1.
** ayam pedaging pd tahun 80an, dipanen umur 45 hari dgn berat 1,6 kg dgn konversi 2,5. Saat ini ayam pedaging dipanen umur 30 hari dengan berat 2,0 kg dengan konversi pakan 1,8. Luarbiasa. Dlm kurun 80an (waktu saya jdi buruh pabrik, smp sekarang 35 tahun berkembang luar biasa). Saya mengikuti sejarah ini.

jalan panjang, terjal, berliku untuk mencapai kesuksesan

jalan panjang, terjal, berliku untuk mencapai kesuksesan

□□□□□ Bagaimana bebek. Sama sekali tidak berkembang, sdikit sekali berkembang, knp tidak bisa berkembang spt ayam petelur dan pedaging ras?
♧ Krn bebek hanya dianggap sbg penghasil telur asin (bebek pedaging hybrida baru muncul thn 2010an). Tidak bisa diprogram sbg sumber protein gizi secara masal.
♧♧ Ilmu pengetahuan di perguruan tinggi berpihak pd pengembangan sapi potong / perah dan ayam ras. Disisi lain para pabrikan tentu orientasi pd keuntungan hanya konsen mengembangkan (ilmu) dan pasar ayam petelur dan pedaging. Perguruan tinggi menyumbangkan SDM terbaikx, sedang pabrikan giat kembangkan litbang dan pasar. Pabrikan sering adakan seminar, pelatihan, lokakarya, study banding, diskusi dll. Maju sekali.
♧♧♧ Karena dianggap pasarx sempit / sdikit skali maka ternak bebek “ditinggal” oleh perguruan tinggi dan pabrikan, dipandang sebelah mata.
* Mana ada pernah pemerintah atau pabrikan adakan pelatihan seminar bebek? GAK ADA.
** Mana ada pemerintah atau pabrikan peduli penyuluhan, lokakarya, diskusi bebek? GAK ADA.
=》Knp? Karena populasi kecil bagi pabrik jd tdk prospek peluang cuma mungkin 0,5% omzet pabrik.
=》Bagi pemerintah mungkin jg ach gak ada duitx, merepotkan. Mungkin jg mereka gak mau bantu krn takut proyek gagal, diusuk kejaksaan repot nti, mending bantu yang lain.
=》Mungkin jga karena peternak bebek sulit diajari ke ilmuan, masing2 peternak punya pendapat dan pedoman sendiri2 yg “dianggap” paling baik, paling benar, paling pinter. Semua berbeda tidak satu barisan. Menurut mbah buyut… menurut jaman leluhur… menurut simbah2… menurut nenek moyang… sugesti2…
=》Mungkin juga karena ILMU PENGETAHUAN ILMIAH masih sangat sedikit, mungkin ada di PT tetapi tidak / belum memasyarakat. Sehingga peternak bebek mencari jalanx sendiri dengan meraba2 yg pada ujung2x rugi, bangkrut.
Jadi klo boleh saya simpulkan mungkin cara teknis budidaya usaha beternak bebek kita, boleh dikata “KETINGGALAN 25 TAHUN” dibanding usaha ayam.

Baca Juga:
1. KREATIP YANG KEBABLASAN
2. Usaha Ternak Unggas (Telur & Daging) Ayam & Bebek adalah Usaha Sepanjang Masa
3. Pilihan Kualitas, Sales, Service VS HARGA MURAH!!
4. 80% PETERNAK ITIK PETELUR PEMULA GAGAL USAHA

■■■■■■ Realitas usaha bebek saat ini : kita harus jujur mengatakan apa adanya bahwa :
* Usaha berternak bebek kita secara cara teknis masih jauh dari baik & benar. Ilmu ilmiah msih terlalu sedikit. Penelitian ilmiah tentang bebek sangat sedikit.
** Pemerintah da pabrikan sedikit mungkin sama sekali tidak pernah membantu kemajuan dunia usaha perbebekan, ibarat anak ayam kehilangan induk semangx.
*** Pada kenyataanx di beberapa daerah seperti di Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi serta NTT / NTB sebanyak : 75% masih dipelihara secara ektensif. Di gembalakan dan ditelurkan di sawah2 secara berpindah pindah.
**** Untuk daerah dalam pulau Jawa, sekitaran : 75% secara semi intensip dan skitaran : 25% dalam tahap “blajar” sistem intensip.
***** Yg “blajar” intensip inipun baru “mendekati” intensip, belum sempurna dengan kekurangan sana sini yg harus kita benahi bersama.
v* Proses belajar intensip inipun setelah saya perkenalkan methoda baru (blum sempurna) selama 2 (dua) tahun ini, itupun dgn proses yg amat keras dmn sempat saya di’bully’ habis2an dilecehkan dan direndahkan.

Anggota yg terhormat, kekurangan2 dan kelemahan2 sistem intensip yg kita terapkan itulah yg harus kita segera temukan sebagai solusi masa depan. Yg masih bersiteguh bahwa sistem angon spt ilmu mbah guyut tetap bisa ada smp 50 tahun lgi ya biarkan, yg mau cba ini itu ya biarkan wong klo bangkrut ya duit2x sendiri. Yang mau maju….? Ya mari kita takhlukan kendala ini. Kita sdh terlalu lama tertinggal, bayangkan 25 thn.

Pabrikan tidak peduli ya bagaimana lagi. Pemerintah? Jangan berharap, lupakan saja, mereka budeg kupeg tuli dan buta semua. Mending anggota mau doakan saya dapat ruzky agar saya punya biaya dan bisa adakan penelitian2 demi perbaikan republik bebek..

pada akhirx yang ber-uang yang menang

pada akhirx yang ber-uang yang menang

Mudah sja klo membutuhkan bibit belilah ke saya, insyaallah saya akan menyisihkan rizky saya untuk saya dedikasikan dan juga diri saya tuk kemajuqn republik bebek…

Sekian dulu artikel ini brrsambung… saya lanjutkan main2 dgn cucu2 saya…
Ini tulisan ku mana tulisan mu…

Salam hormat,
Guru Oemar Bakrie
Ir Ardi Wisuku As

Judul Artikel 5 : Domestikasi & Komersialisasi Usaha Bebek Bagian 2 – Tentang Road Map (Peta Jalan) Dunia Perbebekan
Nama Penulis
Tanggal Publish
Kategori Bebek, Ir. Ardi Wisuku As, KPBP2SI, Serba Serbi

Komentar:

DMCA.com SEMUA PENGUNAAN IMAGES / GAMBAR / CONTENT DI HALAMAN INI / HALAMAN TERKAIT, HARUS MENDAPATKAN IJIN DARI CV. KUDA HITAM PERKASA
Jika Anda menyukai Artikel di website ini, Silahkan berlangganan gratis via email dengan cara klik pada LINK INI "Berlanganan Artikel Terbaru", dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di website Cv Kuda Hitam Perkasa





Klik Untuk Hubungi Kami
Melalui Email

Klik Untuk Hubungi Kami
Secara Online

VAKSIN FLU BURUNG KHUSUS ITIK / BEBEK & UNGGAS AIR
VAKSIN FLU BURUNG KHUSUS ITIK / BEBEK & UNGGAS AIR
Untuk REKANAN

Untuk para Rekanan Proyek / Pemerintah / Dinas, silahkan anda membaca artikel berikut ini: CV Kuda Hitam Perkasa – Partner para REKANAN PROYEK PEMERINTAH

Bila diperlukan, Cv. Kuda Hitam Perkasa, dapat mengirimkan dokument pelengkap (SIUP, NPWP, TDk, Jaminan Supply)

Contact Person
Nama:    Ir. Ardi Wisuku As
No HP:    081-2340-4288 /
  081-3593-84413
No Tlp:    (0354) 681781
Alamat:    JL. IR.H. SOETAMI NO 22,
  KEDIRI, 64124,
  Jawa Timur, INDONESIA
Email:    Klik Utk Kirim Email
Klik Untuk Hubungi Kami
Secara Online
Protector